Skip to content

Glosarium

Daftar istilah keuangan dan POS yang sering muncul di Dokfin dan Dokpos, beserta penjelasan singkat dalam bahasa sehari-hari.


A

Aset (Asset) Sesuatu yang dimiliki bisnis dan punya nilai, seperti mesin, kendaraan, atau peralatan toko. Di Dokfin, aset dicatat lengkap dengan nilai beli, umur pakai, dan depresiasi tahunannya.

Aset Lancar Aset yang mudah diuangkan dalam waktu singkat, seperti kas, saldo bank, piutang, dan persediaan barang. Berlawanan dengan aset tetap yang lebih sulit dijual cepat.

Aset Tetap Aset yang dipakai jangka panjang untuk operasional bisnis, seperti mesin, kendaraan, atau gedung. Nilainya berkurang setiap tahun melalui proses depresiasi.


B

Biaya Operasional (Expense) Semua pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis sehari-hari, seperti sewa tempat, listrik, gaji, dan bahan baku. Dicatat sebagai transaksi pengeluaran di Dokfin.


D

Depresiasi Penurunan nilai aset tetap seiring waktu dan pemakaian. Misalnya, mesin seharga Rp 10 juta yang dipakai selama 5 tahun kehilangan nilai Rp 2 juta setiap tahunnya. Dokfin menghitung depresiasi secara otomatis.

Diskon Potongan harga yang diberikan ke pelanggan. Di Dokpos, diskon bisa diatur per produk atau per transaksi.


E

Ekuitas (Modal) Selisih antara total aset dan total utang bisnis. Ekuitas mencerminkan nilai bersih yang benar-benar dimiliki pemilik. Disebut juga modal atau Capital di Dokfin.


F

Faktur / Invoice Dokumen tagihan yang dikirimkan ke pelanggan sebagai permintaan pembayaran. Di Dokfin, invoice punya status Belum Dibayar (Unpaid) atau Sudah Dibayar (Paid). Berbeda dengan struk POS yang otomatis terbuat saat transaksi selesai.


H

HPP (Harga Pokok Penjualan) Biaya langsung untuk memproduksi atau membeli barang yang dijual. Kalau kamu beli baju seharga Rp 50.000 lalu jual Rp 100.000, HPP-nya Rp 50.000. Laba kotor = harga jual - HPP. Di Dokfin, HPP dihitung dari data persediaan.

Hutang (Payable / Debt) Uang yang bisnis kamu masih harus bayar ke supplier atau pihak lain. Contohnya: kamu beli bahan baku tapi belum bayar ke pemasok. Hutang punya tanggal jatuh tempo dan dicatat di Dokfin agar tidak terlewat.


J

Jatuh Tempo Tanggal batas waktu pembayaran hutang atau piutang. Di Dokfin, status pelunasan ditandai sebagai Lunas atau Belum Lunas.

Jurnal (Jurnal Penyesuaian) Catatan akuntansi untuk koreksi atau penyesuaian yang tidak masuk ke kategori transaksi biasa. Digunakan oleh akuntan untuk memastikan laporan keuangan akurat. Fitur ini ada di Dokfin.


K

Kas Uang tunai yang ada di tangan bisnis, termasuk uang di laci kasir. Di Dokfin, kas dicatat terpisah dari rekening bank.

Kasir (Cashier) Orang yang bertugas melayani transaksi penjualan di toko. Di Dokpos, setiap kasir punya PIN sendiri dan bisa membuka/menutup shift.

Kategori Transaksi Pengelompokan transaksi agar mudah dianalisis. Contoh: Penjualan, Biaya Sewa, Gaji, Pembelian Bahan Baku. Kamu bisa membuat kategori sendiri di Dokfin.


L

Laporan Laba Rugi (L/R) Ringkasan pendapatan dan pengeluaran bisnis dalam satu periode. Hasilnya menunjukkan apakah bisnis untung atau rugi. Di Dokfin disebut juga Income Statement atau Profit & Loss Report.

Laporan Neraca (Balance Sheet) Laporan yang menunjukkan kondisi keuangan bisnis pada satu waktu tertentu, terdiri dari Aset, Hutang, dan Modal. Sisi aset selalu sama dengan sisi hutang ditambah modal.


M

Modal (Capital) Uang atau aset yang dimasukkan pemilik ke bisnis sebagai investasi awal atau tambahan. Berbeda dari pinjaman bank karena tidak perlu dikembalikan ke kreditur.

Metode Pembayaran Cara pelanggan membayar transaksi. Di Dokpos tersedia: Tunai (Cash), Transfer Bank, dan QRIS.


N

Neraca Lihat Laporan Neraca.


O

Omzet (Revenue) Total pemasukan dari penjualan sebelum dikurangi biaya apapun. Berbeda dari laba yang sudah dikurangi semua biaya.


P

Pelanggan (Customer) Orang atau bisnis yang membeli produk atau jasa dari kamu. Di Dokfin, pelanggan bisa dikaitkan dengan invoice dan piutang.

Pemasok / Supplier Orang atau bisnis yang menjual bahan baku atau produk ke kamu. Hutang biasanya terkait dengan transaksi pembelian dari pemasok.

Penggajian (Payroll) Proses menghitung dan membayar gaji karyawan. Di Dokfin, penggajian mencatat gaji pokok, tunjangan, dan potongan setiap bulannya.

Persediaan (Inventory) Stok barang yang dimiliki bisnis untuk dijual atau digunakan dalam proses produksi. Di Dokfin, persediaan dicatat dengan satuan, harga pokok, dan jumlah stok. Stok berkurang otomatis saat ada penjualan di Dokpos.

Piutang (Receivable) Uang yang belum diterima dari pelanggan atas transaksi yang sudah terjadi. Contohnya: kamu sudah kirim barang tapi pelanggan belum bayar. Piutang dicatat di Dokfin dan punya pengingat jatuh tempo.

PPh (Pajak Penghasilan) Pajak atas penghasilan bisnis atau karyawan. Tarifnya bervariasi tergantung jenis dan jumlah penghasilan. Dokfin membantu menghitung dan melaporkan PPh.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Pajak yang dikenakan atas transaksi jual beli barang atau jasa. Tarifnya mengikuti aturan pemerintah dan dikonfigurasi di aplikasi. Di Dokfin, PPN bisa diaktifkan per aturan pajak dan dihitung otomatis di transaksi dan invoice.


Q

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Kode QR standar Bank Indonesia untuk pembayaran digital. Satu kode QR bisa digunakan untuk berbagai aplikasi e-wallet (GoPay, OVO, Dana, dll). Di Dokpos, QRIS tersedia sebagai salah satu metode pembayaran.


R

Retur / Refund Proses pengembalian barang dari pelanggan atau pengembalian uang. Di Dokpos ada dua jenis: Retur Barang (barang dikembalikan dan stok bertambah lagi) dan Refund Tunai (uang dikembalikan tanpa pengembalian barang).


S

Saldo Awal (Opening Balance) Nilai kas atau saldo rekening bank yang dimasukkan saat pertama kali menyiapkan bisnis di Dokfin. Saldo awal menjadi titik mulai untuk semua pencatatan keuangan.

Satuan Ukuran untuk menghitung stok barang. Contohnya: pcs (buah), kg, liter, lusin, atau karton. Setiap item persediaan di Dokfin punya satuan masing-masing.

Shift Kasir Satu sesi kerja kasir di Dokpos, dimulai dengan input modal awal kas dan diakhiri dengan rekap penjualan. Satu hari bisa ada beberapa shift dari kasir berbeda.

Struk (Receipt) Bukti transaksi yang diberikan ke pelanggan setelah pembayaran selesai. Di Dokpos, struk bisa dicetak ke printer termal atau disimpan sebagai gambar.


T

Termin Pembayaran Kesepakatan waktu pembayaran antara bisnis dan pelanggan atau supplier. Contoh: Net 30 berarti pembayaran harus dilakukan dalam 30 hari sejak tanggal transaksi.

Transaksi Setiap kegiatan keuangan yang dicatat, baik pemasukan (uang masuk) maupun pengeluaran (uang keluar). Di Dokfin, setiap transaksi punya tanggal, jumlah, kategori, dan bisa dilampirkan buktinya.